SMSI, SBH Dinkes, dan Dishub Tanjabbar berkolaborasi membagikan masker di Pelabuhan Kualatungkal setelah ISPU menembus angka 436.

SMSI, SBH Dinkes, dan Dishub Tanjabbar berkolaborasi membagikan masker di Pelabuhan Kualatungkal setelah ISPU menembus angka 436.

Detak Jambi.com.KUALATUNGKAL – Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Tanjung Jabung Barat, khususnya Kota Kuala Tungkal, kian mengkhawatirkan. Dalam beberapa pekan terakhir, kondisi udara belum menunjukkan perbaikan, bahkan dilaporkan semakin pekat dan berpotensi mengancam kesehatan masyarakat.


Berdasarkan pemantauan kualitas udara pada Senin (12/10/2026), angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kuala Tungkal mencapai 463. Angka tersebut, masuk dalam kategori sangat berbahaya.

Merespons kondisi tersebut, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Tanjung Jabung Barat berkolaborasi dengan Saka Bhakti Husada (SBH) Dinas Kesehatan serta Dinas Perhubungan turun membagikan masker kepada masyarakat.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sekaligus langkah preventif untuk membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap, terutama bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan.

Pembagian masker menyasar sejumlah titik keramaian di Kota Kuala Tungkal, di antaranya Pelabuhan LLASDP, kawasan WFC, Pelabuhan Abbas, Pasar Kwatik, serta Jalan Asia.




Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Sahala Simatupang,  mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan kualitas udara pada Senin (12/10/2026), angka Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kuala Tungkal mencapai 463. Angka tersebut, menurut Sahala, masuk dalam kategori sangat berbahaya.

“Dalam satu hari, kita melakukan pengukuran kualitas udara sebanyak dua kali. Hari ini ISPU terpantau 463, dan ini masuk dalam kategori sangat berbahaya,” ujar Sahala saat turut serta dalam kegiatan pembagian masker, Senin (12/10/2026).

Ketua SMSI Tanjung Jabung Barat, Ikmal Mardiansyah, mengatakan bahwa pihaknya merasa terpanggil untuk mengambil langkah nyata di tengah kondisi kabut asap yang semakin mengkhawatirkan.

Menurutnya, pembagian masker merupakan salah satu bentuk kepedulian SMSI terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat, sekaligus upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya melindungi diri dari dampak buruk pencemaran udara.

“Gerakan berbagi masker ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Kegiatan ini juga tidak terlepas dari dukungan Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Barat, sehingga kami bisa bergerak bersama untuk membantu masyarakat,” tutur Ikmal.




Melalui kolaborasi tersebut, SMSI berharap masyarakat semakin waspada terhadap dampak kabut asap serta lebih memperhatikan perlindungan kesehatan, khususnya saat beraktivitas di luar rumah.

Di tengah kondisi kualitas udara yang mengkhawatirkan, langkah sederhana seperti menggunakan masker menjadi salah satu upaya perlindungan diri. Namun, masyarakat juga diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara masih berada pada tingkat berbahaya.(*)